Kamis, 23 Desember 2010

IPTEKnet

Serba-serbi dan info lanjut test on-line Depperin.
Kamis, 06-11-2008

Kamis 06 NOV mulai pukul 08:00 pagi sejumlah 1029 orang peserta ujian mulai melaksanakan seleksi tahap II PNS Departemen Perindustrian di gedung Tenis Indoor Senayan Jakarta. 100 soal TPU : Test Pengetahuan Umum dan soal-soal TPA : Test Potensi Akademik harus diselesaikan dalam test selama selang waktu sekitar 2 jam oleh para peserta yang sebelumnya telah lulus saringan tahap pertama yakni menyelesaikan test on-line via Internet seleksi PNS Deperin yang berlangsung tgl 18 Oktober. Test on-line PNS yang merupakan suatu langkah terobosan Depperin dan sekaligus juga menjadi tonggak pertama seleksi Instansi Pemerintah yang dilaksanakan dengan mendayagunakan teknologi IT & Internet di tanah air. Namun sungguh wajar pula apabila dalam pelaksanaan langkah bersejarah yang pertama kali demikian terdapat beberapa kelemahan yang masih terganjal kendala minor, terbukti dengan diadakannya jadwal test tambahan / susulan bagi sebagian peserta test yang terbukti memang mengalami kesulitan melakukan aktivitas akses ke situs : //ujian-online.depperin.go.id/
sesuai jadwal test serempak 18 OKT yl yang diikuti oleh 24.000 peserta.
Cukup dengan menyimak proporsi antara jumlah seluruh peserta test dibandingkan dengan 261 orang PNS Depperin yang akan diterima pada formasi final, maka betapa kentara dengan jelas bahwa lowongan kerja PNS hingga kini masih menjadi intaian sedemikian meluas khalayak ramai, dan bahkan malah akan semakin membludak menjadi-jadi ditengah-tengah ancaman krisis ekonomi dunia yang akan pula melanda Indonesia mulai tahun 2009 yad.
Pihak Depperin telah selangkah maju dengan melaksanakan test on-line via Internet dan mengetengahkan salah satu kriteria penting yakni keterampilan calon PNS dalam kemahiran akan penggunaan dan pengetahuan IT / komputer.

Apabila seseorang telah cukup mahir dan terlatih dalam penggunaan Internet dengan intensif dan terutama pernah berpengalaman melakukan test on-line via Internet, seperti model simulasi “TOEFL Test On-line” agaknya akan cukup siap menghadapi test On-line model seleksi tahap I PNS Depperin .
Menyingkap sekilas serba-serbi test yakni:
-1- Ada 25 soal TPU meliputi Pengetahuan Umum, Kewarganegaraan, dan Bahasa Inggris.
-2- Soal jenis multiple choice : pilihan berganda setiap soal diberikan waktu -/+ 1 (satu) menit. Tersedia waktu total: 37 menit.
-3- Soal-soal ditampilkan berurutan artinya soal hanya ditampilkan selama -/+ semenit untuk kemudian muncul tampilan “lanjut” untuk melanjutkan ke soal berikutnya. Ada petunjuk waktu semacam “timer” dan munculnya tulisan “waktu habis” pada saat-saat akhir setiap tampilan nomor soal.
-4- Setiap jawaban yang telah dimasukkan adalah final dan berarti tidak dapat dirubah kembali / koreksi.

Sesuai dengan azas keterbukaan yang hakiki dan sungguh vital dalam tatanan Abad Informasi saat ini ternyata pihak Depperin telah memiliki modal amat baik dalam menggelar implementasi e-Govt di tanah air ---meraih penghargaan Juara I Penampilan Website Terbaik dan Juara II Kategori Departemen/Kementerian dalam penilaian Warta Ekonomi “e-Goverment Award 2008”--- dan teristimewa langkah pelaksanaan seleksi test On-line Depperin dengan mendayagunakan teknologi informasi merupakan suatu langkah terobosan yang pantas terus didukung oleh seluruh instansi Pemerintahan dan khususnya kalangan pakar DeTIKnas.
Pada saat telah selesai melaksanakan seluruh rangkain proses seleksi PNS Depperin t.a 2008/2009 alangkah baiknya apabila sesuai azas keterbukaan diatas pihak pengelola ujian saringan PNS Depperin untuk kemudian melaksanakan forum kajian terbuka bagi kalangan ilmiah khususnya ahli dan pemerhati dunia TIK nasional guna mendapatkan masukan guna penyempurnaan pada masa mendatang.


Sumber: Situs depperin-go-id. / Rizal Aachtung

Copyright © 2007, IPTEKnet. All rights reserved
Office : BPPT, Gd.1 - Lt.16, Jl. M.H. Thamrin 8, Jakarta 10340 Technical Support 021-71112109; Customer Care 021-3168701; Fax. 021-3149058

Minggu, 19 Desember 2010

KOMPAS.com

Pengaruh Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Era Globalisasi

Ledakan Teknologi Informasi dan Komunikasi telah membuka babak baru bagi masyarakat untuk memperoleh informasi secara otonom. Sekat-sekat informasi dengan sendirinya menghilang oleh inisiatif kuat individu yang ingin mengetahui lebih jauh apa yang terjadi sekitarnya. Setiap orang memiliki akses terhadap sumber informasi dimanapun di dunia ini. Konsekuensinya, masyarakat menjadi kritis dan tanggap terhadap hal yang berkembang.

Perkembangan dunia teknologi informasi yang demikian pesatnya telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Kegiatan komunikasi yang sebelumnya menuntut peralatan yang begitu rumit, kini relatif sudah digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis. Sistem kerja alat teknologi telah mengalihfungsikan tenaga otot manusia dengan pembesaran dan percepatan yang menakjubkan. Begitupun dengan telah ditemukannya formulasi-formulasi baru aneka kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktivitas manusia. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang telah kita capai sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia.

Bagi masyarakat sekarang, teknologi informasi dan komunikasi merupakan suatu religion. Pengembangannya dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Sementara orang bahkan memuja hal tersebut sebagai liberator yang akan membebaskan mereka dari kungkungan kefanaan dunia. Selain itu, hal tersebut juga diyakini akan memberi umat manusia kebahagiaan dan immortalitas. Sumbangan teknologi informasi dan komunikasi terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri.

Seperti yang kita ketahui bahwa di era serba modern seperti saat ini, peran teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari tentunya sangat berpengaruh. Hal ini tidak terlepas dari aktivitas kita yang kerap kali ditunjang dengan teknologi informasi itu sendiri yang mampu menjawab tuntutan pekerjaan yang lebih cepat, mudah, murah dan menghemat waktu.

Kemajuan teknologi menjadi jawaban dari kemajuan globalisasi yang kian menyelimuti dunia. Suatu kemajuan yang tentunya akan memberikan dampak bagi peradaban hidup pelajar. Tidak dapat dipungkiri, kini kita telah menjadi “budak” dari peradaban teknologi informasi itu sendiri. Bagaiman tidak, banyaknya pelajar yang sekaligus berperan sebagai pengguna teknologi informasi dan komunikasi, membuktikan bahwa kehidupan yang mereka lakoni tak pernah lepas dari peran teknologi informasi.

Menghadapi keadaan seperti ini, kita sebagai pelajar perlu diarahkan pada sikap “sadar teknologi” atau “melek teknologi”. Kemajuan yang sering diartikan sebagai modernisasi, menjanjikan kemampuan manusia untuk mengendalikan alam melalui ilmu pengetahuan, meningkatkan kesejahteraan material melalui teknologi dan meningkatkan efektivitas kemampuan pelajar melalui penerapan organisasi yang berdasarkan pertimbangan kesadaran. Karena dengan ilmu pengetahuan teknologi informasi dan komunikasi pula, manusia dapat melakukan hal-hal yang sebelumnya belum pernah dibayangkan.

Di satu sisi, teknologi memiliki keuntungan bagi orang yang menggunakannya. Misalkan saja dalam hal berbagi informasi, para pelajar dapat mengakses informasi dunia dengan cepat dan mudah, sehingga mereka dapat menyadari bahwa dunia seakan berada di genggaman mereka. Suatu akses yang tentunya akan memperkaya para pelajar dengan segudang informasi yang dapat memacu motivasi mereka untuk meningkatkan kreativitasnya, khususnya dalam bidang informatika.

Bukan hanya itu, teknologi informasi dan komunikasi juga memiliki andil yang besar dalam hal sarana pembelajaran. Karena seperti yang kita ketahui bahwa teknologi informasi dan komunikasi kini telah merasuk ke dalam kurikulum dunia pendidikan. Suatu hal yang tentunya menjadi gebrakan di dunia pendidikan dalam ajang peningkatan potensi pelajar. Selain itu gelombang kemajuan dan perkembangan teknologi dalam bidang pendidikan telah membawa perubahan pada kehidupan dan gaya hidup pelajar yang lebih dinamis. Dengan adanya hal tersebut, maka pelajar senantiasa menghidupkan dan menyalurkan semangat untuk mengeksplorasi ilmu yang belum diketahui.

Kehidupan kita sekarang perlahan-lahan mulai berubah dari dulunya era industri berubah menjadi era informasi dan komunikasi dibalik pengaruh era globalisasi dan informatika yang menjadikan komputer, internet, dan pesatnya perkembangan teknologi informasi sebagai bagian utama yang harus ada atau tidak boleh kekurangan di dunia pendidikan. Dalam memasuki era tersebut, sekolah memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan siswa dalam menghadapi semua tantangan yang berubah sangat cepat dalam lingkungan kehidupan mereka. Kemampuan untuk berbahasa asing dan kemahiran komputer adalah dua kriteria yang sering kali diminta masyarakat untuk memasuki era globalisasi baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Maka dengan adanya komputer yang telah merambah di segala kehidupan manusia, hal itu membutuhkan tanggung jawab yang sangat tinggi bagi sistem pendidikan kita untuk mengembangkan kemampuan berbahasa siswa dan kemahiran komputer.

Selain itu dengan adanya sistem pendidikan yang berbasis pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maka diharapkan pelajar-pelajar di negeri kita dapat bersaing dan mengejar ketertinggalan dari pelajar di negeri maju tanpa perlu kehilangan nilai-nilai kemanusian dan budaya yang kita miliki. Atau dengan kata lain, peserta didik di jenjang pendidikan dasar perlu diarahkan dan dibekali pendidikan teknologi guna menuju masyarakat yang “melek teknologi” yaitu bercirikan mampu mengenal, mengerti, memilih, menggunakan, memelihara, memperbaiki, menilai, menghasilkan produk teknologi sederhana, dan peduli terhadap masalah yang berkaitan dengan teknologi.

Di lain hal, teknologi informasi dan komunikasi juga dapat mendorong kita untuk melihat hal kecil sebagai hal yang dapat dijadikan sebagai sejumlah peluang yang tersaji di hadapan mata. Karena dengan begitu, maka kita dapat membalikkan arah imperialisme budaya yang dibawa oleh perkembangan di bidang tekonologi informasi ini, menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Namun, di samping semua itu, kita tidak bisa pula menipu diri akan kenyataan bahwa era teknologi informasi dan komunikasi mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi kehidupan kita. Dalam peradaban modern yang muda, terlalu sering manusia terhenyak oleh disilusi dari dampak negatif perkembangan teknologi ini terhadap kehidupan umat manusia. Kalaupun teknologi informasi mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti teknologi informasi sinonim dengan kebenaran. Sebab hal tersebut hanya mampu menampilkan kenyataan. Sedangkan kebenaran yang manusiawi haruslah lebih dari sekedar kenyataan obyektif. Tentu saja teknologi informasi dan komunikasi tidak mengenal moral kemanusiaan, oleh karena itu hal tersebut tidak pernah bisa mejadi standar kebenaran ataupun solusi dari masalah-masalah kemanusiaan.

Semakin kuatnya gejala “dehumanisasi”, tergerusnya nilai-nilai kemanusiaan dewasa ini, merupakan salah satu oleh-oleh yang dibawa kemajuan teknologi tersebut. Bahkan, sampai tataran tertentu, dampak negatif dari peradaban yang tinggi itu dapat melahirkan kecenderungan pengingkaran manusia sebagai homo-religousus atau makhluk teomorfis.

Teknologi informasi juga dapat menimbulkan sisi rawan yang gelap sampai tahap mencemaskan dengan kekhawatiran pada perkembangan tindak pidana di bidang teknologi itu sendiri yang berhubungan dengan “cybercrime” atau kejahatan mayantara. Masalah kejahatan mayantara ini sepatutnya mendapat perhatian semua pihak secara seksama pada perkembangan teknologi masa depan. Karena kejahatan ini termasuk salah satu kejahatan luar biasa, bahkan dirasakan pula sebagai kejahatan misterius yang dapat mengancam kehidupan masyarakat. Tindak pidana atau kejahatan ini adalah sisi paling buruk di dalam kehidupan modern dari masyarakat akibat kemajuan pesat teknologi dengan meningkatnya peristiwa kejahatan komputer, pornografi, terorisme digital, “perang” informasi sampah, bias informasi, hacker, cracker dan sebagainya.

Seperti halnya dengan peristiwa kejahatan mayantara yang menimpa situs Mabes TNI, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Mabes Polri dan Departemen Luar Negeri Republik Indonesia merupakan sisi gelap dari kejahatan teknologi informasi yang memanfaatkan kecanggihan internet. Bukan hanya itu, situs Microsoft, NASA dan pentagon tidak luput dari para hacker nakal yang mengacaukan sistem informasi dan data yang dimiliki oleh Amerika Serikat. Selain itu, kasus pembobolan ATM oleh para hacker nakal juga menjadi salah satu dampak negatif dari teknologi informasi yang marak terjadi.

Tak dapat juga dipungkiri bahwa dampak negatif dari teknologi informasi sangat dirasakan oleh kaum pelajar. Banyaknya pelajar yang terlena dengan fasilitas website hiburan dari teknologi informasi seperti facebook, chatting, twitter dan sebagainya, membuat mereka menyampingkan kewajibannya, bahkan mereka menjadikan hal tersebut sebagai hobi yang dilakukan tanpa mengenal waktu. Konsekuensinya, para pelajar akan menjadi malas dan semakin membutakan kesadaran mereka tentang pentingnya sadar teknologi.

Inilah sebenarnya sisi paling buruk yang tidak dapat dihindarkan dan disembunyikan dari kemajuan teknologi informasi dewasa ini. Oleh karena itu kita harus berhati-hati terhadap dampak negatif yang ditimbulkan, karena dampak negaitf tersebut dapat mengubah paradigma pelajar dalam menghadapi era teknologi informasi dan komunikasi.

Bagi pelajar Indonesia, sebagai generasi pelanjut tidak akan luput dari pengaruh perkembangan buruk teknologi informasi dewasa ini maupun masa depan. Masalah ini perlu ditanggulangi supaya tidak menjadi hal yang dapat menjadi ancaman bagi para pelajar dalam mencapai masa depan mereka.

Akan tetapi, janganlah kita mencemaskan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ini. Pandai-pandailah kita memanfaatkan media ini dan memilih yang bernilai positif. Ambillah hal yang perlu dan jadikan hal yang bernilai negatif sebagai bahan pertimbangan dan perbandingan. Bersikap positiflah menghadapi perkembangan teknologi informasi ini. perkembangan ini akan memberi pengetahuan yang banyak dan berguna bagi orang-orang yang dapat memanfaatkannya secara positif. Jadi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi bukanlah sesuatu yang perlu dicemaskan tetapi sesuatu yang harus digali manfaatnya.

Dalam menyikapi perkembangan teknologi itu sendiri, semuanya tergantung dari pribadi kita masing-masing. Karena teknologi informasi dan komunikasi itu memiliki warna dasar putih. Tergantung dari penggunanya. Apakah kita ingin membelokkannya ke kiri dengan mengubah warna putih menjadi kehitaman yang melambangkan sisi negatif teknologi tersebut, atau kita ingin membelokkannya ke kanan dengan mengubah warna putih menjadi keemasan yang melambangkan sisi positif dari teknologi informasi dan komunikasi itu sendiri.

Tags: paramadinatpi14, paramadinatpi14

* About KOMPAS.com
* Info Iklan
* Privacy Policy
* Terms of Use
* About

Copyright 2008 - 2010

Kamis, 16 Desember 2010

Teknologi Multimedia

Berita
Institut Teknologi Bandung
Current ITB Weather

Temperature: 29 °C
Humidity: 47 %
Last update: 17 December 2010, 10:15:00
Seminar Teknologi Multimedia dan Prospek Pengembangan Usahanya di Indonesia

Download as PDF
Jum'at, 31 Januari 2003, 10:56:13 | usdi

Telah dilaksanakan Seminar Teknologi Multimedia dan Prospek Pengembangan Usahanya di Indonesia pada hari Senin, 29 Januari 2003 di gedung Aula Barat ITB Sebagai Keynote Speaker pada acara tersebut Prof. Dr. Ir. Iskandar Alisyahbana.

Teknologi multimedia dipandang sebagai revolusi ketiga dalam teknologi informasi, setelah automasi (komputasi) dan internet (networking). Pada dasarnya teknologi informasi menciptakan, memproses, menyimpan, mengirim, dan menyajikan data digital. Kemampuan ini menghasilkan banyak aplikasi yang sangat bermanfaat. Pertama, automasi memudahkan manusia melakukan pekerjaan rutin dan berat secara fisik. Kedua, internet memperkaya sumber informasi sehingga interaksi dan kualitas keputusan menjadi lebih cerdas. Ketiga, multimedia mengintegrasikan unsur keindahan, seni, dan ekspresi diri ke dalam teknologi informasi Kemampuan ini memungkinkan dihasilkan berbagai fungsi dan layanan yang meningkatkan kualitas hidup manusia.

Teknologi multimedia mampu membawa informasi audio visual secara terintegrasi ke dalam dunia digital. Ini pada gilirannya memungkinkan ekspresi ini diperkaya dan disebarluaskan dengan memanfaatkan teknologi prosesor, penyimpanan data, dan jaringan Internet yang terus berkembang.

Datangnya era teknologi multimedia memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan di bidang industri dan bisnis teknologi informasi Berbeda dengan kedua revolusi pertama (automasi dan internet) dimana bangsa-bangsa maju telah menanamkan kemampuan teknologi serta pengembangan usahanya, maka Indonesia saat ini mendapatkan kesempatan untuk masuk melalui revolusi ketiga ini. Peluang Indonesia ini diperkuat dengan kayanya konten multimedia yang bisa digali dari kultur Indonesia. Musik, video, animasi dan produk kultural Indonesia berpeluang untuk diekspor dalam format digital. Demikian pula, keindahan alam maupun kreasi Indonesia dapat didigitalkan. Kemampuan artistik dari tenaga ahli teknologi informasi Indonesia juga ternyata mampu bersaing dengan tenaga dari negara seperti India dan Cina.

Peluang ini dapat diraih apabila diperoleh strategi pengembangan yang tepat. Strategi dimulai dengan perluasan visi menjadikan Indonesia sebagai penghasil produk multimedia kelas dunia. Selanjutnya, perlu dikembangkan secara paralel kegiatan penguasaan teknologi multimedia dan pengembangan entrepreneurship di bidang ini. Kegiatan ini merupakan kegiatan lintas disiplin dan sektor, karena memadukan dunia artistik dengan dunia teknologi. Oleh sebab itu penyiapan SDM pun perlu dilakukan.

Untuk menyongsong teknologi dan peluang ini, dbutuhkan pemahaman mengenai bagaimana sebaiknya langkah-langkah yang diambil agar tumbuh industri multimedia di Indonesia, baik dalam bentuk skala besar maupun skala kecil. Perlu diidentifikasi juga teknologi multimedia yang relevan dengan produk dan layanan multimedia yang hendak dihasilkan industri Indonesia. Kemudian perlu diramalkan prospek bisnis multimedia di Indonesia beserta perumusan langkah-langkah untuk menuntun para entrepreneur untuk memasuki bisnis berbasis teknologi multimedia ini.

Laboratorium Sinyal dan Sistem (ITB-Texas Instruments DSP Elite Laboratory) Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung bekerjasama dengan DSP Research and Techology Group PPAU-Mikrolektronika ITB membuka kesempatan bagi Anda untuk memahami lebih lanjut topik-topik ini melalui seminar Teknologi Multimedia dan Prospek Pengembangan Usahanya di Indonesia pada tanggal 29 Januari 2003 bertempat di Aula Barat Kampus ITB, Jl. Ganesha No. 10 Bandung, 40132. Seminar ini menghadirkan pakar-pakar yang berkompeten dari berbagai lintas bidang, seperti akademisi, pakar multimedia, pelaku bisnis multimedia, dan venture capitalist. (sumber: http://www.dsp.itb.ac.id/seminar/info.html)

Dalam Seminar tersebut, Iskandar Alisyahbana menyampaikan presentasi yang berjudul The Great Telecom Crash, What Went Wrong
Trackback URI:http://www.itb.ac.id/news/trackback/22
Bagi Artikel Digg del.icio.us Facebook Twitter
Gallery

* Lihat foto berita ini

Seminar Teknologi Multimedia dan Prospek Pengembangan Usahanya di Indonesia - ITB | Berita
Copyright © 1997 - 2010 Institut Teknologi Bandung | Tentang Situs | Peta Situs | Kredit
This site is IPv6 ready! You're using IPv4 from 110.136.162.225

Minggu, 12 Desember 2010

Teknologi Tepat Guna

Posted under Home
Air Bersih

Di Indonesia, tingkat pelayanan air minum pedesaan dapat dibilang masih sangat rendah, yaitu hanya sekitar 8%. Padahal 58% penduduk Indonesia berada di daerah pedesaan

Daerah pedesaan yang rata-rata penduduknya berpenghasilan rendah, cenderung tidak mampu membiayai penyediaan sarana-sarana air bersih yang memadai. Hal ini berakibat pada kondisi hidup yang kurang sehat, yang dapat mempengaruhi produktivitas mereka. Kesadaran dan pengetahuan yang rendah akan kesehatan, serta kurang adanya pengertian

Letak wilayah yang terkadang sulit dijangkau dan saling berjauhan, juga menjadi suatu kendala, serta kemampuan penduduk untuk mengoperasikan bangunan atau alat pengolah yang telah direncanakan, patut menjadi pertimbangan dalam mengembangkan suatu sistem penyediaan air untuk daerah pedesaan. Hal ini membuat diperlukannya teknologi tepat guna teknik penyediaan air bersih di pedesaan, sehingga dapat menjadi alternatif dalam usaha peningkatan pelayanan air bersih pedesaan, dan akan berdampak pada tingkat kesehatan penduduk.

Innovative Decision Making for Sustainable Management of Water in Developing Countries
Copyright © 2010 water and sanitation. WordPress Theme design.